- Tuju-tuju
- Pemisah
- Pengasih
- Pelaris
- Pukau
- Santau
- Susuk
- Pelalau
- Memisahkan suami isteri
- Melibatkan wanita
- Melalui penggunaan objek
- Kebal atau kehebatan diri
- Serang akidah dan hati
Yang tersurat dan tersirat dari sudut pandang yang lain dari biasa. Marilah kita dekati dunia insan istimewa ini dengan hati terbuka.
Friday, September 23, 2016
Jenis-jenis gangguan
Tuesday, September 13, 2016
Kepentingan air suam
Tuesday, August 23, 2016
Pentingnya tidur
Today I learnt something new... A natural cancer vaccine.
Monday, August 22, 2016
What cancer cells live on
The Doctor Who Found The Cause Of Cancer
Dr Otto Warburg is a pretty amazing man. When I use his name and his conclusions on the cause of cancer in my seminars, people are amazed that, although he won the Nobel Prize in 1931, his research has not resulted in modern medicine adopting his conclusions but instead filling us full of expensive drugs which often lead to side effects that bring on further problems.
He is called the Doctor who discovered cancer, the causes of it and how to address the problem.
Doctor Otto Heinrich Warburg
He was a medical doctor as well as a German Physiologist, but his big claim to fame was being the guy who did research to find out what caused cancer. His dad was actually a famous physicist, Emil Warburg. Otto served as an officer in the First World War and was awarded the Iron Cross for acts of bravery. He didn’t serve in the Second World War, since his family was Jewish.otto warburg
But Hitler let Otto continue his cancer research. He had won the Nobel Prize in 1931, and would be a 47-time nominee for the award in the years to follow!
There is another side to Otto’s research that oddly, no one seems to talk about. While he is known as finding the cause of cancer, he also had claimed to find the cure. His book was even titled: “Cancer: Its Cause and Its Cure.”
So while we know about his groundbreaking cancer research into the cause, why haven’t we heard about his work in regards to the cure?
Well, his main theory regarding a cure had to do with alkaline environments. He found that cancer cells cannot thrive nor exist in alkaline environments and the more harmful, acidic things you put in your body, the more pleasing environment you have created for cancer to flourish.
“Cancerous tissues are acidic, whereas healthy tissues are alkaline. Water splits into H+ and OH- ions, if there is an excess of H+, it is acidic; if there is an excess of OH- ions, then it is alkaline.”
“All normal cells have an absolute requirement for oxygen, but cancer cells can live without oxygen – a rule without exception. “Deprive a cell 35% of its oxygen for 48 hours and it may become cancerous.”
Warburg said that oxygen deficiency is almost always the root cause of cancer. An acidic state will be formed in the human body with a lack of oxygen, thus allowing cancer to thrive. The key then, is oxygen. Having enough oxygen in your cells. This can be as simply as getting out and breathing in fresh air and as complex as having oxygen treatments and oxygen therapy performed to get an immediate boost of oxygen to the body.
As usual it seems that going back to the basics and listening to the straightforward, simple guidelines to living healthy is the key to prevent diseases and cancers from forming in our bodies.
“Cancerous tissues are acidic, whereas healthy tissues are alkaline. Water splits into H+ and OH- ions, if there is an excess of H+, it is acidic; if there is an excess of OH-ions, then it is alkaline.”
“All normal cells have an absolute requirement for oxygen, but cancer cells can live without oxygen – a rule without exception.” … “Deprive a cell 35% of its oxygen for 48 hours and it may become cancerous.”
Dr. Otto Warburg, The Kaiser Wilhelm Institute for Cell Physiology
Wednesday, June 1, 2016
Mencari Tanda-tanda Kemurungan
Artikel sebelum ini
Terdetik di hati saya.
Kenapa dia tidak duduk bersembang seperti biasa?
Asyik memerap saja sepanjang hari di dalam bilik.
Bila berbicara, tuturkatanya seolah-olah berlakon.
Seperti mahu mengelak. Ataupun menyorokkan sesuatu.
Adakalanya seperti tidak berpijak di bumi nyata.
Saya hanya membuat andaian, mungkin dia masih "jetlag" walau pun sudah lebih dua bulan pulang dari habis belajar.
Saya masih tidak tahu apakah puncanya dia jadi begitu.
Tapi saya tahu itu bukan dirinya yang sebenar, bukan anak saya yang saya kenali.
Itu hanya tanda-tanda awal yang ketara.
Friday, May 20, 2016
Feeling depressed?
Mahu tahu samadaa anda kemurungan atau tidak?
Saya mendapat maklumat ini dari poster di klinik psikiatri Hospital Kerajaan. Cuba perhatikan tanda-tanda yang disebutkan di bawah, mungkin ada pada orang-orang di sekeliling kita.
* Gelisah/panas baran,
* berubah selera makan atau berat badan,
* susah tidur, susah bangun pagi, terkejut awal pagi, terlebih tidur,
* kurang tenaga, letih, penat, lesu,
* berasa diperlahankan,
* payah untuk fokus, mengingati atau membuat keputusan,
* rasa bersalah, tidak berguna, tidak menolong,
* kesedihan berpanjangan, kebimbangan, kosong,
* putus asa, pesimistik,
* hilang minat dalam perkara yang diminati sebelum ini termasuk hubungan kelamin.
Tuesday, April 19, 2016
Jemputan ke majlis ulangtahun
Balqis had fun today.
Senyum aje.
Saturday, March 19, 2016
Urus wang dengan bijaksana
Bagaimana uruskan kewangan saya?
Untuk yang baru masuk alam pekerjaan?
Untuk yang baru berumahtangga?
Bagaimana yang berkeluarga?
Syukur pada Allah sudah dapat kerja. Atau mencipta sumber pendapatan sendiri.
Jadilah orang yang bijak mengurus wang. Kata orang dulu-dulu, beringat semasa ada.
Tuesday, March 15, 2016
Syukur dengan apa yang ada
Jangan banding dengan apa orang lain dapat.
Jangan rasa kita dapat lebih baik dari orang lain.
Lihat pada orang yang tidak ada.
Lebih susah dari kita.
Lebih teruk dari kita.
Monday, March 7, 2016
Berdepan dengan masalah kemurungan
Terlalu banyak stigma tentang KEMURUNGAN.
Dalam bahasa Inggeris, penyakit ini lebih dikenali sebagai "depression".
Dalam masyarakat Asia, perkataan "kemurungan" ini selalu disalahguna sehingga penderitanya menjadi MALU dan TAKUT untuk mengakui mahupun memberitahu orang lain bahawa dia sedang mengalami masalah. Sakit ini pula tidak nampak lukanya, tampaknya seolah-olah malas, mengada-ngada, terlebih manja atau pendiam dan suka menyendiri.
Yang lebih dahsyat lagi apabila dilabelkan sebagai pesakit mental. Si penderita menjadi takut dianggap gila, membahayakan orang lain mahupun kurang pegangan agamanya sehingga sanggup membunuh diri.
Begitulah...betapa kurangnya ilmu dalam masyarakat kita tentang ini.

